TITIK TERANG DI TENGAH BADAI COVID-19
Oleh : Siti Fiadina Wahida
(Juara 1 Lomba Essay Bidikmisi Berkreasi)
Sekarang,
saat kita melihat berita di tv, membuka social media, dan saat orang bercerita,
yang kita dengar adalah penambahan kasus covid-19 secara cepat, membuat
kepanikan dan kerugian, berita ini selalu menjadi tranding topik yang
menarik mengalahkan berita drama dari selebriti tanah air. Dan setelah 7 bulan
kedatangan virus ini dinobatkan menjadi pandemik di seluruh dunia.
Pandemik
covid-19, merupakan wabah yang ditemukan pertama kali di Hubei, kota Wuhan China
pada bulan desember 2019. Namanya singkatan dari corona virus disease-19
yang ditetapkan oleh WHO (organisasi kesehatan dunia), untuk menghindari
referensi lokasi geografis tertentu, seperti hewan atau kelompok orang sesuai
dengan rekomendasi internasional, dalam pencegahan stigma. Peryataan ini
dicetuskan oleh dr.tedras Adhanam Ghebreyethor perwakilan dari WHO.
Pada
hari jumat tanggal 17/07/2020 dunia telah mencatat keganasan virus corona dengan
jumlah 14,1 juta jiwa diseluruh dunia, dan pada hari sabtu tanggal 18/07/2020
di Indonesia mencapai 84,882 kasus dengan kematian 4.016 jiwa, informasi
dilansir dari kompas.com. Jadi sangat disayangkan jika generasi yang lebih muda
terutama mahasiswa, apatis terhadap situasi ini, hanya berasumsi bahwa ini
penyakit flu biasa, atau hanya mengeluh dengan tugas kuliah di dalam
kamar, tanpa memperdulikan keadaan sekitar.
Banyak
sekali dampak yang di bawa oleh covid-19, dari kelangkaan masker dan
handsinitizer di awal bulan, panic buying membuat harga melambung, dan
yang paling parah adalah bencana PHK (pemutusan hubungan kerja) secara
besar-besaran, serta ketidak tentuan dalam bekerja menciptakan pengangguran
baru serta merubah tatanan kehidupan. Di awal kasus, 2 WNI terjangkit virus
ini, membuat nilai tukar rupiah melemah menjadi Rp14.240,00 per dolar As, semua
konser musik dunia dibatalkan, dari Adele, Justin Bieber, maroon5, Bts dan
selebriti papan atas lainya, yang menyebabkan kerugian jutaan dolar. Semua kompetisi
olahraga ditunda dari olimpiade hingga liga seri a, semua pabrik dan
perkantoran dipaksa tutup untuk mencegah pertumbuhan kasus baru. Dunia sedang
tidak baik-baik saja, mahasiswa segeralah bangkit dari zona nyaman, keluarkan
pemikran yang inovatif untuk membantu masyarakat. Karena kehidupan baru dimulai
sejak kasus pertama tercatat.
Generasi
milenial memiliki kreatifitas tanpa batas dan mampu menciptakan sebuah
perubahan. Seoarang pemuda yang berpendidikan atau nama lainya mahasiswa,
adalah pelopor utama dalam sebuah perubahan dan kontrol sosial di masyarat,
mengingatkan pada era revolusi yang digebrak oleh kaum mahasiswa, diantaranya
Budi Oetomo, Gemsos, PMII, KAMI, HMI dan lainya, tidak hanya organisasi pemuda
tapi pencapainya, seperti tuntutan tritura oleh mahsiswa, penurunan presiden Soeharto,
penghapusan KKN (korupsi, kolusi, dan nepostisme) dan menjadikan peristiwa
bersejarah ini tercatat di Indonesia.
Kemudian
banyak pertanyaan yang terlintas, apa sousinya?. Apa yang akan dilakukan pemuda dan bagaiman
caranya?. Sudah siapkah kalian disebut sebagai mahasiswa! sang pencetus
gebrakan baru yang diunggulkan dengan sebutan agent of change dan agent
of social control.
Kita
sedang mengahadapi babak baru, berperang dengan mahluk yang tak kasat mata, dan
sedang berdiri ditengah medan tempur. Sebagai mahasiswa bidikimisi yang
digadang-gadang menjadi aset negara dan menjadi pilar Indonesia dikemudian hari,
serta mampu berkontribusi untuk masyarakat. Yakinlah kalian pasti bisa,
percayalah dengan kemampuan dan usahamu, tunjukan karakter darah muda yang
dapat mengguncang dunia. Seperti peryataan yang diucapkan oleh bapak
prokalmator dalam pidatonya “beri saya 10 pemuda, maka aku akan guncangkan
dunia”, ucapan ini bukan bualan belaka, banyak anak muda yang hebat yang
berprestasi dan menginspirasi seperti Hannah Herbs diusia 17 tahun membuat
pembakit listrik tenaga gelombang laut, Julian Rios Cantu diusia 18 tahun menemukan
teknologi pendeteksi kanker payudara, serta di Indonesia ada Iman Usman dan
Adama Belva Devara pendiri situs Ruang Guru untuk memajukan pendidikan dan
masih masih banyak lagi anak muda yang membanggakan lainya.
Mahasiswa
adalah agent of change karena memiliki trobosan baru yang inovatif dan
memiliki visi yang kokoh untuk menunjukan bahwa perubahan tidak selamanya
buruk, perubahan yang dimaksud adalah menjadikan tatanan masyarakat menjadi lebih
baik. Di mulai dari diri sendiri sebagai pelaku yang ikut berperan aktif
dalam segala situasi.
Mahasiswa
juga merupakan agent of social control karena dapat menyaring informasi hoax
yang tersebar secara cepat, dengan keahlianya menjadi digital natif,
dapat mengakses informasi dengan lebih baik. Kemampuan beradapsi yang lebih
cepat, menciptakan tatanan kehidupan baru dan megedukasi masyarakat tentang
pandemik covid-19 yang melanda dunia. Mahasiswa bidikmisi tidak kenal rasa
takut, bangkitlah dan suarakan dengan lantang selayaknya pasukan berbaju besi
dengan gagahnya, bahwa wabah ini dapat
kita atasi. Jadilah garda terdepan yang peka terhadap perubahan, seperti
membuat website untuk donasi korban yang terdampak, dan tenaga medis yang
kekurangan APD (alat perlindunagn diri). Dari social media, banyak anak muda
yang berkontribusi seperti dr. Tirta yang mengkampanyekan masyarakat lewat twitter,
instagram ataupun youtube tentang pencegahan covid-19 dan mengatasi
panik yang berlebihan. Serta ada Jang Hansol youtuber yang ikut berdonasi di
web kitabisa.com sebanyak 50 juta serta mengajak subcribnya untuk berdonasi
membantu penanganan wabah yang terjadi. Jadi banyak sekali cara yang dapat kita
lakukan untuk berperang, dengan kunci mulailah dari sekarang.
Menjadi
relawan ditengah wabah dengan mengedukasi masyarakat, dimulai dari diri sendiri
dengan disiplin kesehatan, mengajarkan keluarga dan tetangga. Janganlah bosan
untuk selalu mengingatkan yang lebih tua jika mereka pelupa, dan mengajari
anak-anak yang sulit memahami, ajaklah mereka hidup sehat dengan rajin mencuci
tangan, menggunakan masker, menjaga jarak minimal 1 meter serta lebih baik
dirumah saja.
Kami
percaya bahwa banyak mahasiswa bidikmisi yang melebihi ekspektasi, menjadi
teladan di masyarakat. Yakinlah kita bisa menjadi roda penggerak di masyarakat,
tunjukan bahwa kamu adalah mahasiswa bidikmisi dan pemuda yang membanggakan. Serta
ciptakanlah sebuah perubahan, untuk memberikan energy paling besar dalam
tatanan masyarakat. Marilah menjadi generasi milenial yang berintelektual dan
melek terhadap isu yang terjadi di dalam masyarkat, bergeraklah dengan tepat dan cepat untuk
pencegahan.
Salam Mahasiswa,
Salam Bidikmisi, Salam prestasi !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar