MEDIA SOSIAL SEBAGAI INSTRUMEN MAHASISWA
BIDIKMISI DALAM KONTRIBUSI MENANGANI COVID-19 TERHADAP LINGKUNGAN SEKITAR
Oleh : M. Nurul Chaqim
(Juara 3 Lomba Essay Bidikmisi Berkreasi)
Agent of Change adalah orang-orang yang melakukan suatu
tindakan tertentu untuk sebuah perubahan. Tentunya perubahan yang dimaksud
adalah perubahan ke arah yang lebih baik. Berbicara mengenai agen of change (agen
perubahan), untuk saat ini yang sedang digadang-gadang adalah para pemuda,
terutama mahasiswa. Mahasiswa yang merupakan para terpelajar yang dituntut
untuk melakukan suatu perubahan khususnya untuk masyarakat di lingkungan sekitarnya.
Mahasiswa merupakan bibit-bibit pejuang yang paling berperan besar terhadap
suatu perubahan. Mahasiswa sebagai tingkatan tertinggi dalam pendidikan
ini,memiliki kemampuan untuk berpikir kritis, rasionalis, mampu mengukur antara
baik-buruknya tindakan, bertindak konkret dan selalu dicontoh oleh masyarakat.
Mahasiswa harus menjadi pelopor dalam membawa perubahan untuk mempengaruhi
orang lain untuk melakukan hal yang lebih baik (Juwita, et al., 2019) .
Tindakan perubahan dapat dimulai dari hal yang kecil. Seperti
yang saat ini terjadi, di tengah wabah covid-19 ini. Peran mahasiswa dalam
melakukan suatu perubahan dapat diterapkan. Terutama bagi mahasiswa bidikmisi,
program bidikmisi yang merupakan program dari pemerintah yang diberikan kepada
mahasiswa berprestasi tetapi kurang mampu dalam hal biaya kuliah. Sebagai
mahasiswa bidikmisi, yang kuliah dibiayai dengan uang rakyat harus mampu
menjalankan amanah sebagai mahasiswa bidikmisi dengan Menuntut ilmu yang
sungguh-sungguh di kampus dan juga aktif untuk berkontribusi menebar manfaat
bagi masyarakat. Hal itu dapat diterapkan saat ini, ditengah pandemi covid-19
ini mahasiswa bidikmisi dapat berkontibusi dari hal yang kecil untuk menebar
manfaat bagi masyarakat.
Wabah Covid-19 yang sudah menyebar luas hingga ke berbagai
belahan dunia, yang semakin hari semakin memberi pukulan terhadap ekonomi
global. Namun, adanya pandemi ini juga memberikan dampak positif bagi
lingkungan. Adanya pandemi ini membuat banyak negara menerapkan lockdown
sehingga aktivitas industri, juga polusi kendaraan bermotor berkurang. Maka,
adanya Pandemi ini menimbulkan dampak positif terhadap polusi udara secara
global dan juga lingkungan hidup.
Berbicara mengenai lingkungan hidup. Lingkungan adalah
keadaan sekitar yang mempengaruhi perkembangan dan tingkah laku makhluk hidup
di sekitarnya (KBBI, 2005) . Lingkungan merupakan Segala sesuatu yang ada di sekitar
manusia yang mempengaruhi perkembangan kehidupan manusia baik secara langsung
maupun tidak langsung. Dalam Undang Undang RI No. 4 tahun 1982, tentang
Kententuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Undang-Undang RI
No. 32 Tahun 2009, tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, mengatakan bahwa:
Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan
makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi alam itu sendiri,
kelangsungan perikehidupan, dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain.
Hal yang harus diperhatikan dalam kepedulian dan pelestarian lingkungan adalah
sebagai berikut; menghindarkan bumi dari pencemaran, menyelamtakan bumi dari
kerusakan, menghindari tindakan-tindakan yang dapat menimbulkan pencemaran, memelihara
dan memperbaiki lingkungan untuk generasi yang akan datang (Supardi, 1994) .
Gus Nadir pernah berkata; “Hidup baru bersama Corona justru membuat hidup kita semakin bersih,
lingkungan semakin dijaga, dan kita harus semakin kreatif menciptakan peluang
kerja dan pola komunikasi,” dalam opininya itu, Perubahan yang dibutuhkan
di masa pandemi ini, menurut beliau tak hanya soal kebiasaan sehari-hari tetapi
juga cara pandang terhadap lingkungan dan aspek ekonomi. Hal lain juga
disampaikan oleh Yonariza, ahli ekonomi lingkungan dari Universitas Andalas, lulusan
Manajemen Sumber Daya Alam dari Asian Institute of Technology Bangkok, beliau melihat
pandemi corona ini menjadi wake up call bagi umat manusia untuk semakin
memperhatikan lingkungan. Saat pandemi seperti ini memang penting untuk selalu
menjaga dan peduli terhadap lingkungan. Kepedulian Lingkungan hidup dapat ditinjau
dengan dua tujuan utama:1) tersedianya sumber daya alam, dilihat dari sampai sejauh
mana sumber-sumber tersebut secara ekonomik menguntungkan dan dapat
dimanfaatkan sebagai sumber penghasilan guna membiayai aktivitas pembangunan.
2) jika kekayaan yang dimiliki terbatas secara ekonomik dan tidak menguntungkan
untuk diolah, maka strategi apa selanjutnya yang perlu ditempuh untuk memenuhi
kebutuhan pembangunan bangsa yang bersangkutan (Ramly, 2005) .
Mahasiswa, terutama mahasiswa bidikmisi sebagai
agent of change yang dapat melakukan
perubahan dimulai dari hal yang kecil. Di tengah pandemi covid-19 ini bisa melakukanya lewat media sosial, untuk mengajak
masyarakat dalam peduli terhadap lingkungan. Membuat konten video, artikel maupun
selogan tentang ajakan kepada masyarakat untuk peduli lingkungan. Video tentang
cara penanaman tumbuh-tumuhan, cara memilah sampah, cara memanfaatkan barang
bekas. artikel juga dapat berupa isu-isu terkini tentang lingkungan hidup di
tengah pandemi, upaya menanggulangi polusi udara dll. Juga selogan, tentang ajakan membuang sampah pada tempatnya,
ajakan membersihkan lingkungan sekitar, selalu menjaga kebersihan dll. Selain
itu juga menerapkan peduli lingkungan secara nyata di daerah sekitar seperti
membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah organik dan non-organik,
membersihkan selokan di sekitaran rumah dll. Kemudian juga melakukan hal-hal
produktif ketika berada di rumah, Melakukan penanaman tanaman-tanaman kecil, bunga-bunga
dll. Ketika banyak yang di rumah saja otomatis jalan raya juga sedikit
kendaraan bermotor jadi bisa membuat polusi berkurang. juga industri pabrik-pabrik
ketika produksi ataupun aktivitas pabrik sedikit berkurang sehingga membuat
polusi udara berkurang. juga tempat-tempat wisata ataupun alam bisa beristirhat
sejenak ketika tidak ada pengunjung yang buang sampah sembarangan.
Adanya
wabah covid-19 ini, memang banyak
yang tekena dampak negatif dari segi
kesehatan, ekonomi, adat dan budaya. Tetapi tidak dengan lingkungan. Adanya
wabah ini memberikan dampak positif bagi lingkungan hidup. Terutama polusi
udara, karena banyak yang di rumah saja sehingga membuat polusi udara
berkurang, polusi yang disebabkan oleh kendaraan bermotor juga aktivitas industri
pabrik. Mahasiswa, terutama mahasiswa bidikmisi sebagai agent of change dapat berkontibusi di tengah pandemi covid-19 ini agar selalu mengajak masyarakat
untuk selalu peduli dan menjaga kelestarian lingkungan hidup, baik itu lewat
media sosial ataupun secara langsung. Dengan harapan semoga adanya pandemi ini membuat
masyarakat semakin sadar untuk lebih memperhatikan lingkungan sekitar sehingga tercipta lingkungan hidup yang sehat,
asri dan selaras.
Daftar
Pustaka
Juwita, R., Roza, N. & Mulkhairi, I., 2019. Artikel
Konsep Dan Peranan Agen Perubahan, pp. 1-3.
KBBI, 2005. Kamus
Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Ramly, N., 2005. Membangun Lingkungan Hidup yang Harmonis
& Berperadaban. Jakarta:
Grafindo Khazanah Ilmu, p. 28.
Supardi, I., 1994. Lingkungan Hidup dan Kelestariannya. Bandung: Alumni , p. 4.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar