Selasa, 28 Juli 2020

MEDIA SOSIAL SEBAGAI INSTRUMEN MAHASISWA BIDIKMISI DALAM KONTRIBUSI MENANGANI COVID-19 TERHADAP LINGKUNGAN SEKITAR


MEDIA SOSIAL SEBAGAI INSTRUMEN MAHASISWA BIDIKMISI DALAM KONTRIBUSI MENANGANI COVID-19 TERHADAP LINGKUNGAN SEKITAR
Oleh : M. Nurul Chaqim
(Juara 3 Lomba Essay Bidikmisi Berkreasi)


Agent of Change adalah orang-orang yang melakukan suatu tindakan tertentu untuk sebuah perubahan. Tentunya perubahan yang dimaksud adalah perubahan ke arah yang lebih baik. Berbicara mengenai agen of change (agen perubahan), untuk saat ini yang sedang digadang-gadang adalah para pemuda, terutama mahasiswa. Mahasiswa yang merupakan para terpelajar yang dituntut untuk melakukan suatu perubahan khususnya untuk masyarakat di lingkungan sekitarnya. Mahasiswa merupakan bibit-bibit pejuang yang paling berperan besar terhadap suatu perubahan. Mahasiswa sebagai tingkatan tertinggi dalam pendidikan ini,memiliki kemampuan untuk berpikir kritis, rasionalis, mampu mengukur antara baik-buruknya tindakan, bertindak konkret dan selalu dicontoh oleh masyarakat. Mahasiswa harus menjadi pelopor dalam membawa perubahan untuk mempengaruhi orang lain untuk melakukan hal yang lebih baik (Juwita, et al., 2019).
Tindakan perubahan dapat dimulai dari hal yang kecil. Seperti yang saat ini terjadi, di tengah wabah covid-19 ini. Peran mahasiswa dalam melakukan suatu perubahan dapat diterapkan. Terutama bagi mahasiswa bidikmisi, program bidikmisi yang merupakan program dari pemerintah yang diberikan kepada mahasiswa berprestasi tetapi kurang mampu dalam hal biaya kuliah. Sebagai mahasiswa bidikmisi, yang kuliah dibiayai dengan uang rakyat harus mampu menjalankan amanah sebagai mahasiswa bidikmisi dengan Menuntut ilmu yang sungguh-sungguh di kampus dan juga aktif untuk berkontribusi menebar manfaat bagi masyarakat. Hal itu dapat diterapkan saat ini, ditengah pandemi covid-19 ini mahasiswa bidikmisi dapat berkontibusi dari hal yang kecil untuk menebar manfaat bagi masyarakat.
Wabah Covid-19 yang sudah menyebar luas hingga ke berbagai belahan dunia, yang semakin hari semakin memberi pukulan terhadap ekonomi global. Namun, adanya pandemi ini juga memberikan dampak positif bagi lingkungan. Adanya pandemi ini membuat banyak negara menerapkan lockdown sehingga aktivitas industri, juga polusi kendaraan bermotor berkurang. Maka, adanya Pandemi ini menimbulkan dampak positif terhadap polusi udara secara global dan juga lingkungan hidup.
Berbicara mengenai lingkungan hidup. Lingkungan adalah keadaan sekitar yang mempengaruhi perkembangan dan tingkah laku makhluk hidup di sekitarnya (KBBI, 2005). Lingkungan merupakan Segala sesuatu yang ada di sekitar manusia yang mempengaruhi perkembangan kehidupan manusia baik secara langsung maupun tidak langsung. Dalam Undang Undang RI No. 4 tahun 1982, tentang Kententuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Undang-Undang RI No. 32 Tahun 2009, tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, mengatakan bahwa: Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan perikehidupan, dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. Hal yang harus diperhatikan dalam kepedulian dan pelestarian lingkungan adalah sebagai berikut; menghindarkan bumi dari pencemaran, menyelamtakan bumi dari kerusakan, menghindari tindakan-tindakan yang dapat menimbulkan pencemaran, memelihara dan memperbaiki lingkungan untuk generasi yang akan datang (Supardi, 1994).
Gus Nadir pernah berkata; “Hidup baru bersama Corona justru membuat hidup kita semakin bersih, lingkungan semakin dijaga, dan kita harus semakin kreatif menciptakan peluang kerja dan pola komunikasi,” dalam opininya itu, Perubahan yang dibutuhkan di masa pandemi ini, menurut beliau tak hanya soal kebiasaan sehari-hari tetapi juga cara pandang terhadap lingkungan dan aspek ekonomi. Hal lain juga disampaikan oleh Yonariza, ahli ekonomi lingkungan dari Universitas Andalas, lulusan Manajemen Sumber Daya Alam dari Asian Institute of Technology Bangkok, beliau melihat pandemi corona ini menjadi wake up call bagi umat manusia untuk semakin memperhatikan lingkungan. Saat pandemi seperti ini memang penting untuk selalu menjaga dan peduli terhadap lingkungan. Kepedulian Lingkungan hidup dapat ditinjau dengan dua tujuan utama:1) tersedianya sumber daya alam, dilihat dari sampai sejauh mana sumber-sumber tersebut secara ekonomik menguntungkan dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber penghasilan guna membiayai aktivitas pembangunan. 2) jika kekayaan yang dimiliki terbatas secara ekonomik dan tidak menguntungkan untuk diolah, maka strategi apa selanjutnya yang perlu ditempuh untuk memenuhi kebutuhan pembangunan bangsa yang bersangkutan (Ramly, 2005).
Mahasiswa, terutama mahasiswa bidikmisi sebagai agent of change yang dapat melakukan perubahan dimulai dari hal yang kecil. Di tengah pandemi covid-19 ini bisa melakukanya lewat media sosial, untuk mengajak masyarakat dalam peduli terhadap lingkungan. Membuat konten video, artikel maupun selogan tentang ajakan kepada masyarakat untuk peduli lingkungan. Video tentang cara penanaman tumbuh-tumuhan, cara memilah sampah, cara memanfaatkan barang bekas. artikel juga dapat berupa isu-isu terkini tentang lingkungan hidup di tengah pandemi, upaya menanggulangi polusi udara dll. Juga selogan,  tentang ajakan membuang sampah pada tempatnya, ajakan membersihkan lingkungan sekitar, selalu menjaga kebersihan dll. Selain itu juga menerapkan peduli lingkungan secara nyata di daerah sekitar seperti membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah organik dan non-organik, membersihkan selokan di sekitaran rumah dll. Kemudian juga melakukan hal-hal produktif ketika berada di rumah, Melakukan penanaman tanaman-tanaman kecil, bunga-bunga dll. Ketika banyak yang di rumah saja otomatis jalan raya juga sedikit kendaraan bermotor jadi bisa membuat polusi berkurang. juga industri pabrik-pabrik ketika produksi ataupun aktivitas pabrik sedikit berkurang sehingga membuat polusi udara berkurang. juga tempat-tempat wisata ataupun alam bisa beristirhat sejenak ketika tidak ada pengunjung yang buang sampah sembarangan.
Adanya wabah covid-19 ini, memang banyak yang tekena dampak negatif  dari segi kesehatan, ekonomi, adat dan budaya. Tetapi tidak dengan lingkungan. Adanya wabah ini memberikan dampak positif bagi lingkungan hidup. Terutama polusi udara, karena banyak yang di rumah saja sehingga membuat polusi udara berkurang, polusi yang disebabkan oleh kendaraan bermotor juga aktivitas industri pabrik. Mahasiswa, terutama mahasiswa bidikmisi sebagai agent of change dapat berkontibusi di tengah pandemi covid-19 ini agar selalu mengajak masyarakat untuk selalu peduli dan menjaga kelestarian lingkungan hidup, baik itu lewat media sosial ataupun secara langsung. Dengan harapan semoga adanya pandemi ini membuat masyarakat semakin sadar untuk lebih memperhatikan lingkungan sekitar  sehingga tercipta lingkungan hidup yang sehat, asri dan selaras.




Daftar Pustaka


Juwita, R., Roza, N. & Mulkhairi, I., 2019. Artikel Konsep Dan Peranan Agen Perubahan, pp. 1-3.
KBBI, 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Ramly, N., 2005. Membangun Lingkungan Hidup yang Harmonis & Berperadaban. Jakarta: Grafindo Khazanah Ilmu, p. 28.
Supardi, I., 1994. Lingkungan Hidup dan Kelestariannya. Bandung: Alumni , p. 4.



















                                                                             



Tidak ada komentar:

Posting Komentar